Yen Jepang Mengalami Tekanan Setelah Bank of Japan Mempertahankan Kebijakan Moneternya

Seperti yang sudah diantisipasi oleh pasar sebelumnya bahwa Bank Sentral Jepang memutuskan tidak merubah arah kebijakan moneternya untuk akhir tahun ini, dimana mereka menargetkan imbal hasil JGB tenor 10-tahun di kisaran 0% dengan tingkat referensi atas di angka 1%, yang tetap mempertahankan kebijakan Yield Curve Control tidak berubah dan tidak merubah forward guidance, yang pada akhirnya memberikan beban terhadap Yen Jepang.

Yen Jepang Mengalami Tekanan Setelah Bank of Japan Mempertahankan Kebijakan Moneternya

FUNDAMENTAL

Nilai tukar mata uang Yen Jepang masih berada di bawah tekanan jual terhadap US Dollar selama sesi perdagangan Asia, sekaligus mencatat pelemahan di hari ketiga secara berturut-turut, pasca Bank of Japan mengumumkan keputusan dari pertemuan kebijakan selama dua hari ini.
Seperti yang sudah diantisipasi oleh pasar sebelumnya bahwa Bank Sentral Jepang memutuskan tidak merubah arah kebijakan moneternya untuk akhir tahun ini, dimana mereka menargetkan imbal hasil JGB tenor 10-tahun di kisaran 0% dengan tingkat referensi atas di angka 1%, yang tetap mempertahankan kebijakan Yield Curve Control tidak berubah dan tidak merubah forward guidance, yang pada akhirnya memberikan beban terhadap Yen Jepang.
Saat ini para pelaku pasar masih menantikan konferensi pers dari Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda guna melihat apakah seller Yen Jepang mampu untuk mempertahankan kendali, mengingat bahwa investor akan mencermati komentar dari Ueda guna mencari petunjuk yang lebih jelas mengenai apakah ekonomi Jepang telah siap untuk keluar dari siklus suku bunga negatifnya di awal tahun depan.
Namun secara keseluruhan risiko geopolitik yang masih menyelimuti pergerakan pasar global, dinilai akan mampu membantu membatasi penurunan nilai safe haven Yen, menyusul masih lemahnya US Dollar di tengah sinyal beragam terkait tindakan kebijakan Federal Reserve di masa mendatang, yang tentunya akan membatasi kenaikan pasangan mata uang USDJPY.

TEKNIKAL

Pasangan mata uang USDJPY saat ini masih berupaya untuk bergerak ke kisaran yang lebih tinggi, setelah BoJ mengumumkan bahwa mereka tetap mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgarnya sekaligus tetap bertahan dengan suku bunga di kisaran negatifnya, dan saat ini bergerak dekat level 23.6% Fibonacci.
Jika melihat dari pergerakan indikator Ichimoku Cloud, maka dapat disimpulkan bahwa pergerakan harga masih berada di bawah awan Senkou Span berarti bahwa tekanan jual bagi pasangan USDJPY masih berlanjut di jangka pendeknya, dengan batas hambatan rebound ditandai dengan garis Kijun Sen, yang mana jika garis tersebut mampu di break-up maka pergerakan naik dari pasangan USDJPY kemungkinan besar akan berlanjut untuk menguji kisaran level 145.00.
Dukungan bullish jangka pendek ini juga dapat terlihat dari garis sinyal dalam indikator RSI yang telah memasuki area di atas 50%, sehingga memberikan gambaran dukungan bullish secara teknikal bagi USDJPY dalam jangka pendeknya.