Strategi Titik Pivot

Titik Pivot digunakan oleh banyak trader, termasuk trader di lantai bursa, sebagai "peta" untuk day-trading di pasar finansial

Strategi Titik Pivot

Teori

Titik Pivot digunakan oleh banyak trader, termasuk trader di lantai bursa, sebagai "peta" untuk day-trading di pasar finansial. Metode kalkulasi titik pivot Standar yang dikenal juga sebagai metode Klasik atau Floor menggunakan harga penutupan, tertinggi, dan terendah dari periode sebelumnya untuk menghitung arah/sentimen periode saat ini serta level support dan resistance mendatang.

Trading

Bersama dengan level support dan resistance yang relevan, titik pivot menjadi "indikator awal / leading" dan "penunjuk jalan" bagi trader intraday.

Teori ini menyatakan bahwa saat harga berada di atas titik pivot, maka sentimen diasumsikan bullish. Dengan kata lain, pasar diperkirakan berpeluang mengalami apresiasi dan bergerak ke arah naik.

Sebaliknya, saat harga berada di bawah titik pivot, maka sentimen diasumsikan bearish. Dengan kata lain, pasar diperkirakan akan bergerak ke arah turun.

Kalkulasi

Metode Standar kalkulasi titik pivot menggunakan rumus berikut untuk memperkirakan kemungkinan titik balik untuk candlestick saat ini:

Resistance 3 = High + 2*(PP – Low)
Resistance 2 = PP + High – Low
Resistance 1 = 2*PP – Low
Pivot Point (PP) = (High + Low + Close) / 3
Support 1 = 2*PP – High
Support 2 = PP – (High – Low)
Support 3 = Low – 2*(High-PP)

Setelah menghitung titik pivot utama, menggunakan harga ((High + Low + Close) / 3) dari candlestick yang paling baru diselesaikan, potensi level support dan resistance dapat dihitung.