USDJPY Berkonsolidasi Dalam Kisaran Terbatas, Fokus ISM Services PMI

Sebelumnya anggota Dewan Kebijakan Bank of Japan sedikit meremehkan maraknya spekulasi terkait perubahan arah kebijakan BoJ, yang sekaligus mengakhiri kondisi ekonomi di bawah kebijakan suku bunga negatifnya, namun pada akhirnya para investor merasa yakin bahwa Bank Sentral Jepang akan mulai membuka wacana pengetatan kebijakan ultra-longgar dan sekaligus mengakhiri kebijakan pengendalian Yield Curve Control dalam beberapa bulan di tahun 2024 mendatang.

USDJPY Berkonsolidasi Dalam Kisaran Terbatas, Fokus ISM Services PMI

FUNDAMENTAL

Mata uang Yen Jepang nampaknya kesulitan untuk mendapatkan daya tarik beli yang signifikan dan bergerak dalam area konsolidasi yang terbatas terhadap US Dollar sejak pembukaan sesi perdagangan waktu Asia pagi hari tadi, di tengah rilisan data inflasi Tokyo yang lebih rendah dari perkiraan awal.
Sebelumnya anggota Dewan Kebijakan Bank of Japan sedikit meremehkan maraknya spekulasi terkait perubahan arah kebijakan BoJ, yang sekaligus mengakhiri kondisi ekonomi di bawah kebijakan suku bunga negatifnya, namun pada akhirnya para investor merasa yakin bahwa Bank Sentral Jepang akan mulai membuka wacana pengetatan kebijakan ultra-longgar dan sekaligus mengakhiri kebijakan pengendalian Yield Curve Control dalam beberapa bulan di tahun 2024 mendatang.
Spekulasi yang beredar saat ini tidak terlepas dari data inflasi konsumen di Tokyo, yang menjadi acuan bagi inflasi dalam skala nasional, yang mencatat penurunan lebih dari yang diharapkan selama bulan November, dimana Tokyo Core CPI y/y dirilis di angka 2.3%, sedikit lebih rendah dari perkiraan di angka 2.4% dan pencapaian sebesar 2.7% di bulan sebelumnya.
Data inflasi konsumen yang dipakai sebagai acuan utama bagi Bank of Japan dalam mengukur laju inflasi skala nasional, setidaknya memicu semakin besarnya tekanan bagi bank sentral untuk segera keluar dari kebijakan moneter ultra-longarnya, sekaligus meninjau kembali kebijakan Yield Curve Control, mengingat bahwa kesenjangan antara kebijakan Bank of Japan sangat jauh jika dibandingkan dengan kebijakan bank sentral utama lainnya di dunia.
Sementara di satu sisi mata uang US Dollar nampaknya masih kesulitan untuk memanfaatkan kenaikan di sesi perdagangan semalam, di tengah meningkatnya penerimaan bahwa Federal Reserve sudah mulai mengakhiri kebijakan kenaikan suku bunga serta akan melonggarkan kebijakan moneternya di awal Maret 2024 mendatang, di tengah para trader yang menantikan data ISM Services PMI yang akan dirilis pada malam hari nanti.

TEKNIKAL

Dalam timeframe H4, pergerakan pasangan mata uang USDJPY hingga saat ini masih memberikan indikasi bearish secara moderat, yang artinya mata uang US Dollar masih mendapatkan tekanan bearish dari Yen Jepang, dengan level 146.31 masih menjadi hambatan awal sekaligus level support intraday di level 38.2% Fibonacci.
Sementara jika level 146.31 gagal di break-down maka peluang adanya pergerakan rebound cukup terbuka, dengan target terdekat ada di kisaran level 147.44, yang sekaligus juga menjadi level kunci bagi dukungan bullish US Dollar terhadap Yen, yang mana level resisten harian masih berada di level 23.6% Fibonacci di kisaran 148.43.
Akan tetapi jika melihat dari pergerakan sinyal dalam indikator RSI 14, dapat terlihat bahwa saat ini garis sinyal bergerak di area antara 35% dan 50% yang merupakan area netral, sehingga semakin membuka peluang terbentuknya fase konsolidasi bagi pasangan mata uang USDJPY sepanjang sesi perdagangan Eropa siang hari ini.