Trading Forex Dengan Commodity Channel Index (CCI)

Yuhuuu, Commodity Channel Index (CCI) adalah indikator jenis oscillators, yang berarti sinyal trading muncul atas dasar market sedang dalam keadaan overbought atau oversold. Apa itu overbought dan oversold? Cari tau lengkapnya di artikel ini

Trading Forex Dengan Commodity Channel Index (CCI)
Trading Forex Dengan Commodity Channel Index (CCI)

Trading Forex Dengan Commodity Channel Index (CCI)

Oke, mari kita lanjut belajar trading forex dengan masih mengulas indikator oscillators yang memang banyak digunakan oleh para trader. Pada pembahasan kali ini kita cari tahu indikator commoditu channel index (CCI) apa sih?

 

Yuhuuu, Commodity Channel Index (CCI) adalah indikator jenis oscillators, yang berarti sinyal trading muncul atas dasar market sedang dalam keadaan overbought atau oversold.

Apa itu overbought dan oversold?

Overbought adalah keadaan dimana terlalu banyak trader yang ambil posisi BUY sehingga market terus naik melebihi batas normal. Oversold adalah keadaan dimana terlalu banyak trader yang ambil posisi SELL, sehingga market terus turun melebihi batas normal.

CCI juga termasuk dalam kategori indikator oscillator yang sering digunakan sebagai alat ketika terjadi divergensi dengan arah pergerakan harga yang menunjukkan kemungkinan terjadinya pergantian arah trend.

Oscillator ini pertama kali ditemukan oleh Donald Lambert pada bukunya di tahun 1980 yang berjudul “Commodities Channel Index: Tools for Trading Cyclical Trends.”

Sejak saat itu indikator ini secara luas digunakan untuk mengenali tren siklikal pada instrumen saham maupun mata uang asing. Dengan demikian, trader dapat bertransaksi di momen yang tepat untuk hasil optimal.

Momentum atau timing sangatlah penting dalam trading. Bahkan sering terdengar pendapat “Apapun indikator atau strategi yang digunakan, asalkan timing-nya tepat maka profit akan diraih.”

CCI bekerja di atas ataupun di bawah skala 0 sehingga termasuk dalam indikator momentum. Bagaimana cara sederhana menganalisa dengan indikator CCI? Seberapa ampuhkah indikator CCI ini?

Sama seperti oscillator pada umumnya, CCI dirumuskan untuk bisa menentukan area overbought dan oversold. Dasar perhitungan CCI, yaitu dengan mengukur hubungan harga dan moving average khususnya deviasi normal dari rata-rata. Mari kita cari tahu!!

Berikut ini rumus perhitungannya CCI:
 
Catatan:
•    Harga tipikal = (High + Low + Close)/3

Koefisien 0,015 ditentukan sebagai standar agar nilai CCI berkisar antara 100 hingga -100.

Ada 3 cara untuk menentukan rata-rata deviasi:

1.    Gunakan SMA 20 terbaru dari tiap harga tipikal per periode waktu

2.    Jumlah angka tersebut dengan angka bulat

3.    Bagi nilai tersebut dengan angka 3

Hal yang harus Anda perhatikan, Salah satu syarat menghitung CCI adalah menentukan dulu interval waktunya. Hal ini sangat berpengaruh pada akurasi CCI. Karena tujuannya untuk menghitung siklus dengan bantuan MA maka periode waktu MA yang digunakan harus sesuai dengan time frame CCI yang dikehendaki.

Dan umumnya, periode waktu yang digunakan yaitu 20 untuk mengurangi terjadinya sinyal palsu. Jangan khawatir, berkat kemajuan sistem trading yang canggih saat ini kita tidak perlu pusing-pusing menghitung rumus tersebut manual. Cukup mengetahui dasar pembentukan CCI sebagai tambahan informasi. Dalam penggunaannya Anda cukup memilih interval waktu CCI (biasanya 20).

CCI mengambil harga terbaru suatu instrumen dan membandingkannya dengan pergerakan harga rata-rata di interval tertentu.

Perhitungan ini menghasilkan angka positif maupun negatif di antara skala garis 0. Angka 100 diartikan overbought, sedangkan -100 berarti oversold.

Berikut ini beberapa catatan penting dalam membaca nilai CCI:

1.    Meski skala 100 dan -100 menunjukkan area overbought atau oversold, namun angka maksimalnya adalah 200 dan -200. Hal ini bisa berbeda antara satu instrumen dengan yang lainnya. Makin volatile suatu instrumen maka range-nya bisa makin jauh mencapai angka 200 dan -200.

2.    Area overbought maupun oversold ini dilihat sebagai sinyal utama terhadap perubahan harga. Selain perubahan harga bisa juga untuk melihat kekuatan tren akan berlanjut. Sebagai pengingat, overbought merupakan kondisi ketika harga sudah terlalu tinggi dan siap untuk turun. Sebaliknya, oversold adalah kondisi harga yang sudah terlalu rendah dan siap naik.

Syarat sell:

1.    CCI berada di atas skala 100 dan mulai turun menuju 0 sehingga saat CCI mencapai 100, kita perlu siap-siap terhadap perubahan harga (reversal).

2.    Bisa saja terjadi pola bearish divergence diantara CCI dan pergerakan harga sehingga CCI membentuk pola turun namun harga bergerak sideways.

Syarat buy:
1.    CCI berada di bawah skala -100 dan mulai naik menuju 0 sehingga saat CCI mencapai -100, kita perlu siap-siap terhadap perubahan harga (reversal).

2.    Bisa saja terjadi pola bullish divergence diantara CCI dan pergerakan harga sehingga CCI membentuk pola naik namun harga bergerak sideways.

Walaupun terlihat cukup ampuh untuk memprediksi timing buy ataupun sell dan melihat perubahan tren, namun hendaknya jangan hanya terpaku pada 1 indikator ini. lebih baik, analisis CCI dapat dikonfirmasikan dengan pola candlestick untuk konfirmasi puncak dan lembah harga. Ataupun bisa juga digabungkan dengan indikator harga lainnya pada analisis teknikal.

Kami menyarankan setidaknya menggunakan 2-3 indikator untuk membantu pengambilan keputusan trading.

Beberapa contoh indikator harga yang baik dikombinasikan dengan CCI, yaitu titik pivot maupun moving average. Keduanya bisa digunakan untuk saling konfirmasi perubahan harga dengan CCI.

CCI meski sudah lama ditemukan sejak 1980 namun masih banyak trader institusional yang menggunakannya. Namun, kita perlu mengetahui kekurangan indikator ini supaya bisa mengantisipasinya.

Yang menjadi kekurangan dari indikator ini, yaitu penafsiran overbought dan oversold bisa berbeda pada time frame yang berbeda. Misalnya pada periode bulanan, mingguan, dan harian.

Hal ini bisa membingungkan dalam pengambilan keputusan. Untuk mengatasinya disarankan saling konfirmasi pada time frame yang Anda pilih dan yang sesuai dengan gaya trading Anda, seperti day trade tentu berbeda time frame dengan swing trade. Selain itu, skala oversold dan overbought bisa berbeda meski pada jenis pasangan mata uang yang sama. Misalnya pada suatu waktu EUR/USD berkisar pada 100 hingga -100. Namun pada berbagai situasi bisa saja hingga mencapai 150 dan -150.

Hal ini bisa membingungkan karena berdasarkan syarat sinyal seharusnya sudah overbought ataupun oversold namun harga bisa saja justru melanjutkan tren dan lama baru berbalik arah sehingga perlu konfirmasi lain selain dengan CCI.

Kesimpulan

CCI merupakan salah satu jenis oscillator yang membantu trader menemukan timing yang ideal untuk buy maupun sell. Indikator ini meski awalnya digunakan untuk menganalisis komoditas namun bisa diaplikasikan pada berbagai instrumen di berbagai time frame. Tentunya tidak ada indikator yang sempurna, maka kombinasikanlah CCI dengan setidaknya 2 indikator tambahan, seperti moving average, titik pivot, Fibbonaci, Bollinger Bands, garis tren, pola candlestick, dan indikator lainnya.