Yen Jepang Tetap Alami Tekanan Di Tengah Ketidakpastian Normalisasi Kebijakan BoJ

Sebuah laporan PDB Jepang yang lebih lemah semakin memberikan bukti bahwa perekonomian Jepang masih dalam kondisi yang rapuh serta mengisyaratkan bahwa ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga BoJ dalam waktu dekat mungkin dinilai berlebihan, sehingga pada akhirnya hal ini semakin melemahkan nilai tukar Yen Jepang.

Yen Jepang Tetap Alami Tekanan Di Tengah Ketidakpastian Normalisasi Kebijakan BoJ

FUNDAMENTAL

Memasuki sesi perdagangan di awal pekan kedua bulan Desember, pergerakan mata uang Yen Jepang terus menunjukkan adanya tekanan dalam dua hari berturut-turut, di tengah belum pastinya pelaksanaan wacana normalisasi kebijakan moneter Bank of Japan, setelah komentar dari Gubernur BoJ Kazuo Ueda yang tidak memberikan sinyal apapun mengenai waktu perubahan kebijakan moneternya.
Sebuah laporan PDB Jepang yang lebih lemah semakin memberikan bukti bahwa perekonomian Jepang masih dalam kondisi yang rapuh serta mengisyaratkan bahwa ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga BoJ dalam waktu dekat mungkin dinilai berlebihan, sehingga pada akhirnya hal ini semakin melemahkan nilai tukar Yen Jepang.
Sementara itu di sisi lainnya dapat dilihat bahwa kinerja US Dollar masih mendapatkan dukungan dari angka ketenagakerjaan bulanan AS yang lebih kuat, sehingga memaksa para trader bertaruh bahwa Federal Reserve memerlukan waktu hingga Mei mendatang untuk memulai serangkaian penurunan suku bunga di tahun depan, dan pada akhirnya membantu pasangan mata uang USDJPY untuk melanjutkan pergerakan rebound sejak Jumat pekan lalu.
Selain itu para pedagang kemungkinan juga akan menahan diri untuk tidak menempatkan pertaruhan yang lebih agresif terhadap pasangan mata uang USDJPY dan memilih bersikap wait & see sembari melihat data/peristiwa penting di pekan ini, yang mana hal ini akan memainkan peran penting dalam mempengaruhi dinamika harga US Dollar di jangka pendek.

TEKNIKAL

Pasangan mata uang USDJPY masih berada di jalur penurunannya dalam Bearish Channel dalam timeframe H4, dengan peluang terjadinya swing trade hingga ke level psikologis di 146.30 yang berada di 38.2% Fibonacci, dimana jika level ini gagal break-up maka peluang tekanan bearish akan terbuka dengan target penurunan di level 144.57.
Selain itu level 144.57 yang berada di level 50% Fibonacci akan menjadi pembuka bagi serangkaian aksi jual bagi pasangan mata uang tersebut, mengingat ekspektasi pasar terkait Bank of Japan yang akan mulai wacana untuk keluar dari kebijakan moneter ultra-longgar, sehingga nampaknya masih akan memberikan tekanan bearish bagi pasangan mata uang tersebut.
Sedangkan garis sinyal dalam indikator RSI untuk saat ini telah bergerak ke kisaran level 50%, dimana jika sinyak ini terus bergerak mendekati level 55%, maka dukungan bullish moderat semakin terlihat dari sisi teknikal dalam jangka pendeknya.