XAUUSD Masih Berpeluang Alami Tekanan Mendekati $1,940

Sentimen pasar berubah menjadi negatif menyusul kehawatiran investor mengenai Departemen Keuangan AS yang berpotensi mengumumkan default dalam waktu kurang dari sepekan jika negosiasi antara Presiden Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy terus berjalan seperti saat ini.

XAUUSD Masih Berpeluang Alami Tekanan Mendekati $1,940

FUNDAMENTAL

Secara keseluruhan tekanan jual terhadap XAUUSD nampaknya masih berpeluang terjadi, mengingat ekonomi AS semakin mendekati situasi gagal bayar di tengah perbedaan pandangan mengenai anggaran pemerintah antara pihak Gedung Putih dan Partai Republik.
Sentimen pasar berubah menjadi negatif menyusul kehawatiran investor mengenai Departemen Keuangan AS yang berpotensi mengumumkan default dalam waktu kurang dari sepekan jika negosiasi antara Presiden Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy terus berjalan seperti saat ini.
Saat ini pergerakan Indeks Dollar telah menunjukkan pemulihan yang kuat hingga mendekati level 104.28 setelah mengalami koreksi secara moderat, dimana kekuatan DXY datang di tengah ekspektasi jeda pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve di bulan Juni mendatang.

TEKNIKAL

Level 1952.41 masih menjadi level kunci bagi penentuan arah pergerakan XAUUSD untuk saat ini dalam timeframe H4, yang mana secara keseluruhan pergerakan Emas berjangka masih berada di jalur penurunan dalam Bearish Channel, dengan level 1936.79 masih menjadi acuan bagi para trader untuk melihat sejauh mana minat beli safe haven Emas.
Level support hari ini ada di kisaran 1936.79 yang berada di level 100% Fibonacci, sedangkan level psikologis di 1952.41 menjadi acuan bagi para Scalping Trader untuk mencari keuntungan dalam range yang sempit, sekaligus juga sebagai titik pivot bagi XAUUSD.
Jika melihat sinyal dalam indikator RSI 14, maka garis sinyal terpantau masih berada di area netral antara 30% dan 50%, sehingga memberikan cerminan pergerakan yang tidak terlalu fluktuatif hingga menjelang dibukanya sesi perdagangan waktu London, meskipun indikator MACD masih menunjukkan pergerakan sinyal di area negatif yang membuka peluang berlanjutnya tekanan jual.