DXY Turun Dari Level Puncak Multi-Minggu Menjelang Rilisan Data PCE

Sementara itu fokus perhatian para pelaku pasar dan investor akan tertuju pada rilis data inflasi bulan April melalui ukuran Core PCE Index serta Personal Income & Spending, Durable Good Orders, Trade Balance serta Consumer Sentiment dari hasil survei yang dilakukan oleh University of Michigan.

DXY Turun Dari Level Puncak Multi-Minggu Menjelang Rilisan Data PCE

FUNDAMENTAL

Indeks Dollar bergerak turun ke dekat kisaran 104.00, dari level puncak multi-minggunya yang berhasil dicapai di sesi perdagangan terakhir sebelumnya, menyusul fokus pasar yang tertuju pada rilisan data inflasi PCE Indekx yang menjadi acuan utama The Fed serta pembicaraan lanjutan terkait penetapan plafon hutang pemerintah AS.
Sejauh ini DXY diperdagangkan dalam kecenderungan defensif untuk pertam kalinya di pekan ini, sekaligus terpantau berada di bawah tekanan jual pasca berhasil mencapai puncak baru di 104.30 pada hari Kamis kemarin.
Para negosiator dari pihak Gedung Putih dan DPR AS nampaknya masih membuka pintu untuk mencapai kesepakatan potensial yang mencakup pembicaraan untuk menaikkan batas hutang sekaligus untuk menetapkan batas pengeluaran dalam rentang waktu dua tahun bagi pemerintah federal.
Sementara itu fokus perhatian para pelaku pasar dan investor akan tertuju pada rilis data inflasi bulan April melalui ukuran Core PCE Index serta Personal Income & Spending, Durable Good Orders, Trade Balance serta Consumer Sentiment dari hasil survei yang dilakukan oleh University of Michigan.
Selain itu berkurangnya taruhan The Fed kemungkinan akan menghentikan proses normalisasi di bulan Juni, yang mana hal ini mendapat dukungan dari stabilnya ketahanan fundamental utama AS dari sektor tenaga kerja dan harga, di tengah reli Indeks Dollar dan yield obligasi yang sedang berlangsung saat ini.

TEKNIKAL

Dalam pergerakan di timeframe Daily, dapat terlihat bahwa harga Indeks Dollar masih berada di jalur kenaikan untuk mendekati level resisten di 105.88, sekaligus masih tetap berada di zona konsolidasi di jangka menengahnya (kotak merah).
Dukungan kenaikan masih terlihat dari sinyal Alligator yang masih mencerminkan dukungan bullish di jangka pendek hingga menengahnya, meskipun nampaknya hambatan naik berada di sekitar garis sinyal MA 200 di 105.69.
Namun demikian dukungan bullish jangka pendek secara teknikal belum terlihat dari pergerakan sinyal dalam indikator RSI, yang meskipun masih memperlihatkan adanya kenaikan, akan tetapi garis sinyal telah mendekati area overbought sehingga berpeluang mengalami bearish swing movement.