Harga Emas Bangkit Rebound di Sesi Asia Jumat

Dolar AS (USD) mundur dari level tertingginya sejak Maret yang disentuh pada hari Kamis dan dipandang sebagai faktor kunci yang mendorong beberapa arus menuju harga Emas dalam Dolar AS.

Sep 15, 2023 - 13:25
 0  77
Harga Emas Bangkit Rebound di Sesi Asia Jumat

Harga emas naik dari pergerakan bagus hari sebelumnya dari level $1.900, atau level terendah lebih dari tiga pekan dan mendapatkan daya tarik lanjutan, untuk 2 hari berturut-turut pada hari Jumat. 

Momentum ini mengangkat XAU/USD ke puncak tiga hari, di sekitar area $1.915-$1.916 selama sesi Asia, meskipun pergerakan apresiasi yang berarti masih sulit.

Dolar AS (USD) mundur dari level tertingginya sejak Maret yang disentuh pada hari Kamis dan dipandang sebagai faktor kunci yang mendorong beberapa arus menuju harga Emas dalam Dolar AS. 

Penurunan USD dapat dikaitkan dengan beberapa aksi ambil untung di tengah nada yang sedikit lebih lembut seputar imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS). 

Meskipun demikian, menguatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama seharusnya menjadi penarik bagi imbal hasil obligasi AS dan Greenback.

Data makro AS yang lebih kuat terus menunjukkan ekonomi yang sangat tangguh dan mendukung prospek pengetatan kebijakan The Fed lebih lanjut. 

Biro Sensus AS melaporkan pada hari Kamis bahwa Penjualan Ritel meningkat 0,6% di bulan Agustus, mengungguli ekspektasi kenaikan 0,2% dan pembacaan bulan sebelumnya yang direvisi turun 0,5%. 

Selain itu, Klaim Pengangguran Awal AS naik kurang dari yang diharapkan, menjadi 220.000 selama pekan kedua bulan September dibandingkan dengan 217.000 sebelumnya.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS mempublikasikan Indeks Harga Produsen (IHP) AS, yang meningkat menjadi 0,7% di bulan Agustus dari 0,4% sebelumnya dan tingkat tahunan naik menjadi 1,6%, lebih cepat dari proyeksi 1,2% dan 0,8% di bulan Juli. 

Hal ini terjadi setelah laporan IHK AS yang dirilis pada hari Rabu dan menunjukkan inflasi yang masih tinggi, yang seharusnya memungkinkan The Fed untuk tetap berpegang pada sikap hawkish. 

Prospek hawkish mendukung para pembeli USD dan seharusnya membatasi kenaikan yang berarti untuk harga Emas yang tidak menghasilkan.

Selain itu, nada risiko yang secara umum positif, didukung oleh lebih banyak stimulus dari Tiongkok, dapat berkontribusi lebih lanjut untuk membatasi kenaikan logam mulia safe haven. 

Para investor menjadi optimis setelah People's Bank of China (PBoC) menurunkan Rasio Giro Wajib Minimum (GWM) untuk sebagian besar sistem perbankan sebesar 25 bp, langkah kedua kalinya di tahun ini. 

Hal ini diharapkan dapat melonggarkan likuiditas dan berpotensi menopang pertumbuhan di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini, sehingga meredakan kekhawatiran akan terjadinya resesi. (YSI)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow